ALHAMDULILLAH ANDA TELAH BERPUASA SEHINGGA TELAH MERASAKAN APA YANG ORANG MISKIN RASAKAN SETIAP HARI,MUDAH-MUDAHAN ANDA SADAR DAN BERBUAT AMAL SHOLEH DAN BERSODAQOH

Risalah ke satu Mutiara hikmah Ibnu Arabi

Buah-buah Perjalanan

Bismillahirrahmanirrahiim. Segala puji bagi Allah Yang bersinggasana di atas mega "Arsy", setelah Ia ciptakan bumi dan langit-Nya. Yang telah menurunkan al-Qur'an di malam Lailatul Qadar, malam yang diberkahi, ke langit dunia secara keseluruhan dengan surah-surah dan ayat-ayatnya. Ia telah menjalankan kendaraan melewati tempat-tempat pengumpulan dan pemilihan, Ia jadikan itu sebagai ketentuan-Nya yang terpuji. Ia telah menjalankan hamba-Nya Muhammad, di waktu malam, dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian ke langit untuk menunjukkan sebagian dari ayat-ayat-Nya.
Ia telah menurunkan Adam ke bumi cobaan-Nya setelah Ia mengeluarkannya dari sorga kenikmatan dan kesenangan-Nya. Ia telah mengangkat Idris a.s. dari dunia nyata hingga Ia menurunkannya di tempat yang mulia dan tinggi derajatnya. Ia telah membawa Nuh a.s. melewati gelombang badai topan-Nya di atas bahtera keselamatan-Nya. Ia telah membawa Ibrahim a.s. kepada hidayah dan karamah-Nya. Ia telah memisahkan Yusuf a.s. dari orang tuanya, kemudian ia menyusulkan orang tuanya kepadanya demi membenarkan bahwa mimpi yang pernah dilihatnya adalah pemberian-Nya yang terindah.

Ia telah menjalankan Luth dan keluarganya untuk Ia selamatkan dari azab dan siksaan-Nya. Ia percepat perjalanan Musa a.s. dari kaum-kaumnya untuk menghadap Tuhannya, kemudian Ia berikan kepadanya cahaya berupa api untuk memenuhi kebutuhannya. Musa datang kepada-Nya, mendekati-Nya dalam bermunajat. Ia telah mengeluarkan Musa dari kaumnya demi risalah-Nya. Ia telah menjalankan kaum Musa untuk menenggelamkan mereka yang menentang Tuhan dengan kesesatan mereka. Lalu Ia melanjutkan perjalanan Musa sampai kepada batas pengetahuan hingga bertemu dangan orang yang mendapatkan ilmu da karunia-Nya. Lalu Ia melanjutkan perjalanan Musa yang menghantarkannya kepada kekhususan dan kemampuan dalam memberikan keputusan yang diberikan Allah kepadanya. Ia telah membawa Musa kecil dalam keranjang menelusuri sungai-sungai kehancuran.

Ia telah mengangkat Isa kepada-Nya padahal ia adalah kalimat dari kalimat Allah. Ia menjalankan Yunus a.s. dengan kemarahannya memuncak hingga tersesat dalam perut Ikan yang gegap gempita. Ia telah memuliakan Thalut dengan bala tentaranya termasuk Daud a.s. untuk melewati sungai cobaan agar mereka bisa meneguk seteguk air-Nya. Ia telah menyalakan ufuk di tangan Dzul Qarnain untuk menciptakan pagar pemisah antara hamba Allah yang taat dan durhaka.

Kemudian Ia telah menurunkan Jibril di hati setiap nabi-nabiNya dan Ia mengangkat kalimah tauhid melalui amal-amal shalih dan memuliakan pemiliknya dengan melihat Dzat-Nya.

Shalawat serta salam senantiasa terkirim kepada Muhammad, sebaik-baik orang yang mengenakan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Keselamatan untuknya serta untuk keluarga, sahabat-sahabat, isteri-isteri dan anak-anaknya.

*************************************************************

Kutipan di atas adalah pembukaan dari kitab "al-Isfar 'an-Nataijil Asfar" ("Buah-buah perjalanan"). Kitab tersebut merupakan renungan-renungan tasawuf atas beragam perjalanan yang dialami oleh mahluk Allah, ditulis oleh seorang ulama besar Muhyiddin ibn al-Arabi, terkenal dengan nama "Ibnu Arabi". Beliau merupakan salah satu ulama Andalusia, lahir tahun 560 H/1165M di kota Marsiah wilayah timur Andalus dan meninggal tahun 638H/1240M di Damaskus. Pengembaraannya dalam mencari ilmu dan mendalami ilmu tasawuf telah membuahkan berbagai karya-karya monumental. Kajiannya yang begitu mendalam dalam karya-karyanya telah menimbulkan banyak kritik dan pujian. Banyak yang menuduhnya menyeleweng dengan konsep "wihdatul wujud" (kesatuan wujud), namun bagi yang telah mendalami dan memahami karya-karyanya akan menemukan bahwa sebenarnya dalam karya beliau penuh berisi untaian mutiara-mutiara hikmah ketuhanan yang maha tinggi dan petuah-petuah ketauhidan yang maha dalam.

Sehubungan dengan telah habisnya pengajian "Futuhul Ghaib" karya Syekh Abdul Qadir Jailani, redaksi Pesantren Virtual akan melanjutkan pengajian tasawuf dengan mengetengahkan cuplikan-cuplikan hikmah tasawuf dari karya Ibnu Arabi. Terjemahan dari petuah-petuah Ibnu Arabi tersebut akan ditampilkan secara berkala dalam pengajian email Pesantren Virtual dengan harapan bisa menambah kedalaman ilmu dan agama kita serta bermanfaat bagi kita di dunia dan akhirat. Amin allahumma amin.

dari :www.pesantrenvirtual.com

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< KEMBALI